Lupa Kata Sandi? Daftar

Film

The Incredible Hulk

Sabtu, 19 Juli 2008

Edward Norton sebagai Dr Bruce Banner, ilmuwan yang mengetes efek radiasi gamma ke dalam dirinya dan menjadi makhluk super kuat apabila marah. Lawan Hulk dalam film ini adalah Abomination, yang...
Selengkapnya...

Review Film lainnya
  • Ironman
  • Cloverfield
  • Makanan

    Asinan Kamboja Rawamangun

    Minggu, 17 Agustus 2008

    Asinan jalan kamboja sudah sering saya dengar. Namun baru kemarin saya berhasil kesana. Tempatnya ternyata masuk ke dalam perumahan, jauh dari jalan raya. Letaknya di Jalan Kamboja seberang RS...
    Selengkapnya...

    Review Makanan lainnya
  • Sate Kambing Giyo
  • Bakso Atom
  • Tempat

    Pondok Indah 2 (PIM2)

    Rabu, 21 Mei 2008

    Pondok Indah Mall 2, ekstensi dari PIM. Yang paling gw suka nih... Wifi gratis 5 Mbps... Kenceng gak tuh, dan gratis pastinya. Tinggal bawa macbook tercinta dan download program-program terbaru...
    Selengkapnya...

    Review Tempat lainnya
  • Mall Kelapa Gading
  • Beda Pribumi, Bule dan China..

     
    on 11-03-2008 03:29, 03:29

    Views : 444    

    Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.

    Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya.
    Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI  asli dan keturunan cina :

     
    1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :

    A. DUIT

     a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.

    b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang  diinvest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama d! ia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.

    c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan  sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20%  terus disimpen di bank.

    *** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran  (sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Cinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe  tau baru bisa lunas beli rumah.

    B. KERJAAN

    a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

    b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah uangnya.

    c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga  kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman  kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.

    *** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan.

    Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang "NO" sama boss.

     Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai "Good Worker". Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur besoknya.

    C. RUMAH

    a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya  gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.

    b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai  saja. Meja! butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia  bilang "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." daerahnya pun  bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.

    c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apa rtment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina.

     Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak.

    Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan  tersebut.

    *** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah  sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting

    saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.

    *** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman  lagi orang Cina lainnya, orang India, or ang Arab, orang Jerman,  orang  Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang  Cina ini.

    2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU

    Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia ) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan memang kebudayaan  mereka sudah diakui dunia.

    Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang  Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina.

    Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan&n bsp; evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang   pribumi.

    Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat ke orang Cina. Orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan  terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, katanya,  sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya sendiri,

    dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin menderita,  biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga terjadi di Indonesia .

    Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan  herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak miskin.

    DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta,  saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya  belum terbuka. Saya pernah punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain.  Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji  sebelah akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja 

    Sedangkan  si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena  gengsi sama keluarga nya.

    Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat  sendiri bahwa cina ini pikirannya le bih maju lebih melihat kedepan dan  lebih  tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia,  tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.

    Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda  dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT  KEPUTUSAN  BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.

    Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang  Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali  pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia . Kalau YA yah sudah bilang  YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak  hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem. 

    Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku  kalau memang salah atau harus merubah sesua tu yg jelek.

     
    Inilah kelemahannya.

     
    Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI  Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman  sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang  kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti  cina di Indonesia .
    Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu.

    Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan  Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg  paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

    Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata.

    Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain ( Korea , Cina , Burma , Vietnam , dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di Indonesia .

    Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus? Kenapa? Karena > mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina,  pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok? atau mati? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadinya berhasil memegang ekonomi indonesia . Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. Orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras.

    Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin.

    Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi.

    Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing  hitamnya.

    Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu.

    Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui sebagai satu bangsa.

    Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka  bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing.

    Cuma  tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagusnya  diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara.

    Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan  maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau  berubah.

    Life Is A Role Playing Game !!

    NB: Ada beberapa hal yg perlu diluruskan, tidak semua orang Cina diseluruh dunia adalah orang sukses, masih byk juga diantara mereka yg hidup dibawah garis kemiskinan. Sebagai contoh bisa Anda lihat di daerah Tangerang, Banten. Disana masih banyak warga keturunan Cina yg sudah tinggal disana selama generasi (sehingga kulit merekapun sudah berbeda dgn keturunan Cina yang bermigrasi pada abad 20an), yang masih kesulitan untuk makan.

    Diharapkan koreksi ini dapat menghilangkan stereotipe di Indonesia , bahwa semua orang keturunan Cina adalah orang kaya yang sukses.

    Regards,

    Mardiana

    PT Bank Central Asia , Tbk

    Divisi Pelatihan & Pengembangan



    Bookmarking Doonk :D
    Digg! Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
       
    Kutip Artikel
    Kirim ke Teman
    Artikel Lainnya

    Users' Comments  RSS feed comment
     

    Average user rating

     

    Display 1 of 1 comments

    Catatan Kecil

    By: Lucky on 14-08-2008 09:37, 09:37

    Ah di Indonesia mah sudah biasa mas!! Gara-gara nila setitik rusak susu sebelangga :D lebih jahat mana pemerintah sama orang cina?? wong yang jajah kia sekarang pemerintah sendiri!! jadi sedih saya. makanya ga aneh begitu orang cina sukses pada minggat ke luar negeri yang lebih menghargai mereka. jadinya ga pernah maju deh Indonesia.. makan tuh gengsi :D ha..ha..ha

     

    Display 1 of 1 comments



    Add your comment
    Name
    E-mail
    Title  
     
    Comment
     
    Available characters: 600
       Notify me of follow-up comments
       
       



    mXcomment 1.0.8 © 2007-2008 - visualclinic.fr
    License Creative Commons - Some rights reserved
    < Sebelumnya
     
    feed image

    Hari Ini...

    Merdeka...!!

    Minggu, 17 Agustus 2008

    Merdeka...!!   Selamat HUT RI ke 63 17 Agustus 2008 
    Selengkapnya...

    Blog lainnya
  • Munich Mengajari PSSI
  • Pre-lauch Portal Jalan Asik
  • Twitter